10 Aktivitas SEL Untuk Menghilangkan Stres

10 Aktivitas SEL Untuk Menghilangkan StresPendidik, kami tahu tahun lalu sangat sulit. Anda benar-benar bintang rock karena membuat siswa Anda (dan diri Anda sendiri) melewati tahun yang sulit. Tahun ini kemungkinan akan membawa tantangan dan rintangan baru, dan kami tahu banyak tingkat stres akan tetap tinggi.

10 Aktivitas SEL Untuk Menghilangkan Stres

nywellnessguide – Jika tidak ditangani, stres dapat menyebabkan masalah kesehatan yang berbahaya seperti kecemasan dan depresi, berkurangnya perhatian, gangguan pengaturan diri, dan penurunan kesiapan belajar. Ini juga dapat menyebabkan faktor kesejahteraan negatif, seperti gangguan tidur dan makan. Paparan stres beracun yang berkepanjangan juga dapat memiliki efek kesehatan mental dan fisik yang bertahan lama.

Bersikaplah proaktif untuk menjaga tingkat stres Anda dengan 10 aktivitas penghilang stres ini.

1. Identifikasi pemicu stres Anda.

Buatlah daftar semua penyebab stres dalam hidup Anda, perhatikan hal-hal yang dapat Anda kendalikan dan yang tidak Anda kendalikan. Apakah stres terbesar Anda berjam-jam, terlalu banyak menonton media berita, atau frustrasi seputar kebijakan sekolah? Mulailah menangani daftar dengan memilih satu atau dua item yang Anda kendalikan yang menyebabkan Anda paling stres. Buat rencana untuk mengelola pemicu stres, tuliskan tujuan, dan buat tindakan yang dapat dipertanggungjawabkan untuk membantu Anda menindaklanjutinya.

Mengapa berhasil: Mengetahui pemicu stres Anda dan memiliki rencana untuk mengatasinya merupakan langkah penting dalam mengelola stres Anda. Saat Anda dihadapkan dengan pemicu, Anda akan jauh lebih siap untuk mengatasi stres sebelum menjadi luar biasa.

Baca Juga : 10 Tip Manajemen Stres untuk Lingkungan Kerja Dari Rumah

2. Lakukan latihan pernapasan dalam.

Cobalah latihan pernapasan yang sama. Tarik napas selama empat hitungan, tahan selama empat hitungan, dan keluarkan selama empat hitungan. Lanjutkan ini selama beberapa putaran, dan kemudian coba tambahkan hitungan tambahan (masuk selama lima hitungan, tahan selama lima hitungan, dan keluar selama lima hitungan). Anda dapat melanjutkan latihan ini sampai Anda merasa tingkat stres Anda menurun dan detak jantung Anda melambat.

Mengapa ini berhasil: Penelitian klinis menunjukkan bahwa latihan pernapasan dalam yang teratur dapat memberikan hasil langsung. Bernapas dalam-dalam mengurangi produksi hormon stres yang berbahaya dan membantu tubuh Anda rileks. Ini bisa berguna saat Anda mengalami momen stres di siang hari. Ini juga memiliki manfaat jangka panjang untuk jantung, otak, pencernaan, dan sistem kekebalan tubuh Anda.

3. Tidur yang cukup.

Lakukan yang terbaik untuk tidur tujuh hingga delapan jam setiap malam. Setel alarm untuk waktu tidur dan patuhi itu. Sebagian besar ponsel cerdas memiliki fitur yang mengurangi cahaya biru di malam hari coba atur ponsel Anda pada pengaturan ini setelah jam 10 malam untuk membantu mata Anda rileks. Maksimalkan tidur yang Anda dapatkan dengan “mencabut” (yaitu mematikan komputer, ponsel, TV, dll.) setidaknya satu jam sebelum tidur.

Mengapa berhasil: Hubungan antara stres dan tidur itu rumit. Stres dapat menyebabkan kurang tidur, dan kurang tidur dapat menyebabkan stres. Stres dapat menurunkan kualitas tidur, dan stres kronis dapat meningkatkan insomnia, mimpi buruk, dan gemeretak gigi. Tidur yang cukup sangat penting untuk kesehatan Anda dan untuk mengurangi stres.

4. Perhatikan apa yang Anda makan dan banyak minum air putih.

Makan makanan bergizi dan kurangi makanan olahan, gorengan, dan manis yang dapat menguras energi Anda. Pastikan juga untuk minum banyak air. Diperkirakan 75 persen orang di AS mengalami dehidrasi kronis. Aturan praktis yang baik adalah minum setengah dari berat badan Anda dalam ons setiap hari (misalnya, seseorang dengan berat 150 pon akan minum 75 ons air per hari). Anda mungkin membutuhkan lebih banyak atau lebih sedikit tergantung pada iklim tempat Anda tinggal, tipe tubuh Anda, atau seberapa banyak Anda berolahraga.

Mengapa ini berhasil: Diet seimbang sangat bermanfaat bagi kesehatan dan kondisi pikiran Anda. Ketika Anda makan makanan sehat seperti alpukat, telur, daging tanpa lemak, kacang-kacangan, dan blueberry, dan minum cukup air, otak Anda berfungsi lebih baik, suasana hati Anda lebih teratur, Anda bisa tidur nyenyak, dan Anda bisa mempertahankan tingkat energi yang cukup.

Pada saat yang sama, makanan olahan, gorengan, dan manis menyebabkan kadar gula darah melonjak dan kemudian turun, yang meningkatkan kecemasan dan stres.

*Perlu diingat bahwa ketika Anda sedang stres, tubuh Anda meningkatkan hormon yang dapat menyebabkan Anda mendambakan makanan yang tidak sehat atau yang menenangkan. Jangan merasa sedih saat makan satu porsi keripik kentang, tetapi lakukan yang terbaik untuk menjaga agar porsinya tetap terkendali dan pilihlah pilihan yang sehat jika memungkinkan.

5. Latihan.

Berolahragalah yang cukup. Berlari/berjalan/mendaki, berkebun, berlatih yoga, atau bergabung dengan pusat kebugaran.

Mengapa ini berhasil: Sedikit olahraga bisa sangat membantu dalam manajemen stres. Menurut Harvard Medical School , latihan aerobik secara teratur (seperti jalan kaki) dapat meningkatkan daya ingat dan pemikiran kritis, meningkatkan kualitas tidur, dan mengurangi kecemasan. Olahraga teratur akan membantu Anda merasa lebih berenergi dan mengurangi stres.

6. Masuk ke jaringan dukungan Anda.

Bersandar pada kolega Anda untuk mendapatkan nasihat, bertukar ide, dan menciptakan hubungan mentoring. Teman dan keluarga juga dapat memberikan dukungan yang tak ternilai dengan memberikan perhatian pada hari-hari yang sulit. Anda dapat memperluas jaringan Anda lebih lanjut melalui jaringan dukungan online berbasis pendidik dan komunitas belajar. Bergabunglah dengan satu atau lebih, dan bagikan banyak pengetahuan dari para pendidik di seluruh negeri.

Mengapa berhasil: Terkadang hubungan kita dengan orang lain bisa menjadi pereda stres terbaik. Membangun jaringan pendukung yang baik sangat penting untuk menjaga tingkat stres yang sehat.

7. Tetap teratur.

Tetapkan rencana organisasi dan patuhi itu untuk mengurangi stres, meningkatkan efisiensi, dan menjadi pendidik yang lebih efektif.

Mengapa ini berhasil: Coba pikirkan berapa banyak waktu yang Anda habiskan untuk mencari melalui email atau file komputer untuk menemukan apa yang Anda butuhkan, menulis ulang pekerjaan yang salah tempat, atau mencoba mengelola kalender Anda. Menjadi terorganisir adalah cara proaktif untuk mengurangi stres.

8. Bermeditasi.

Bermeditasi secara teratur untuk melatih pikiran Anda untuk menghilangkan pikiran negatif dan kecemasan serta mengurangi stres pada saat Anda merasa kewalahan. Cobalah aktivitas meditasi 10 menit ini untuk menenangkan stres dan menjernihkan pikiran dengan cepat.

Mengapa ini berhasil: Meditasi, atau kesadaran penuh, dapat berdampak luar biasa pada kemampuan Anda untuk menghilangkan stres. Meditasi telah dipraktikkan selama ribuan tahun dan dapat menjernihkan pikiran Anda serta meningkatkan kedamaian dan keseimbangan. Bahkan beberapa menit meditasi dapat mengurangi stres secara signifikan.

9. Latih relaksasi otot progresif.

Tarik napas dan kencangkan kelompok otot Anda, satu per satu, selama 4-10 detik. Buang napas dan rilekskan sepenuhnya kelompok otot. Berhati-hatilah dengan perasaan otot saat tegang dan setelah rileks.

Mengapa berhasil: Relaksasi otot progresif adalah teknik relaksasi mendalam yang membantu Anda meredakan ketegangan di tubuh, mengendalikan stres dan kecemasan, meredakan insomnia, dan mengurangi beberapa jenis nyeri kronis. Teknik ini juga membantu Anda menjadi lebih selaras dengan tubuh Anda, yang pada gilirannya memungkinkan Anda mengidentifikasi tanda dan sinyal stres dan ketegangan.

10. Tertawa.

Bahkan (dan terutama) selama masa-masa sulit, Anda perlu menemukan humor. Ini akan melakukan keajaiban untuk menghilangkan stres. Temukan cara untuk tertawa setiap hari bagikan meme atau lelucon lucu dengan rekan kerja atau tonton film atau acara televisi lucu favorit.

Mengapa berhasil: tawa meningkatkan sistem kekebalan tubuh yang lebih kuat, meningkatkan kemampuan Anda untuk mengatasi situasi sulit, dan dapat memperbaiki suasana hati Anda dengan mengurangi depresi dan kecemasan.

Pelajaran besar yang didapat dari tahun lalu dan pandemi adalah bahwa keterampilan manajemen stres sangat penting bagi siswa dan orang dewasa. Pastikan untuk terus fokus pada kesehatan dan kesejahteraan Anda dan temukan cara untuk mengelola stres secara efektif.

10 Tip Manajemen Stres untuk Lingkungan Kerja Dari Rumah

10 Tip Manajemen Stres untuk Lingkungan Kerja Dari RumahPara profesional campuran yang secara teratur beralih antara kantor dan bekerja dari rumah sering kali mengalami jadwal kerja yang tidak menentu, faktor lingkungan, dan tekanan untuk memenuhi hasil kerja. Mei adalah Bulan Kesadaran Kesehatan Mental , dan waktu yang tepat untuk mengevaluasi bagaimana lingkungan kerja Anda memengaruhi kesehatan mental Anda . Bagi para profesional hybrid, bekerja dari rumah bisa menimbulkan stres tersendiri. Pelajari bagaimana lingkungan rumah Anda dapat membantu manajemen stres.

10 Tip Manajemen Stres untuk Lingkungan Kerja Dari Rumah

nywellnessguide – Lingkungan kerja Anda dapat mengatur suasana hati sepanjang hari kerja. Apakah ruang kerja Anda gelap dan tertutup atau penuh kekacauan? Ini pada akhirnya dapat menambah pekerjaan Anda, dan tingkat stres Anda. Alih-alih, jadikan ruang kantor Anda berfungsi untuk Anda dengan menciptakan suasana yang tenang dan santai yang membantu meningkatkan produktivitas dan kinerja.

1. Menjembatani Ruangan dengan Keluar

Sebagian besar profesional hybrid menghabiskan banyak waktu di dalam ruangan, dan tidak jarang satu hari berlalu tanpa merasakan sinar matahari di wajah Anda atau menikmati perubahan pemandangan. Rasa terkurung ini bisa terasa membosankan atau bahkan merugikan kesejahteraan kita. Oleh karena itu, penting untuk memiliki kantor rumahan yang memungkinkan harmonisasi dengan alam dan menciptakan jembatan antara di dalam dan di luar ruangan.

Bukti substansial telah mengaitkan interaksi dengan alam dengan banyak manfaat, seperti perasaan lebih tenang , kurang fokus pada pikiran negatif , kerusakan tubuh yang lebih lambat karena stres kronis, serta peningkatan kinerja dan produktivitas. Ciptakan ruang kantor yang lebih menenangkan melalui palet warna yang terinspirasi dari alam. Tambahkan dekorasi seperti fitur air untuk meja Anda, sukulen, dan bahkan seni dinding yang terinspirasi dari alam .

Baca Juga : Manajemen Stres untuk Dokter

2. Fokus pada Udara yang Anda Hirup

Meningkatkan kualitas udara dalam ruangan (IAQ) Anda saat tidak ideal untuk membuka jendela, seperti saat musim alergi , saat kualitas udara luar ruangan buruk, atau saat di luar dingin, dapat membantu Anda bernapas lebih mudah. Studi telah mengaitkan paparan IAQ yang buruk dengan gangguan kognitif , defisit perhatian, dan stres . Untungnya, penelitian juga menunjukkan bahwa IAQ yang baik dapat membantu meningkatkan produktivitas dan fungsi kognitif .

Solusi Delos Advanced Air Purification memanfaatkan teknologi sistem filtrasi disinfektan (DFS) yang telah dipatenkan, yang dirancang khusus untuk menangkap dan mengurangi partikel ultrahalus di udara. Teknologi revolusioner ini secara efisien mengurangi mikroorganisme di udara dan partikel sambil memperpanjang masa pakai filter dengan menghambat pertumbuhan mikroorganisme yang ditangkap.

3. Menggabungkan Pencahayaan Sehat

Pencahayaan di ruang kantor Anda dapat berdampak langsung pada performa kerja Anda . Banyak fungsi tubuh kita, termasuk tidur dan kewaspadaan, bekerja secara alami dalam siklus 24 jam, yang disebut ritme sirkadian , yang mencerminkan hari matahari. Cahaya membantu mengatur fungsi tubuh yang penting seperti siklus tidur-bangun, kewaspadaan, kognisi , suasana hati , dan metabolisme . Idealnya, pola cahaya kita sepanjang hari 24 jam harus mencerminkan matahari sinar matahari spektrum biru di pagi hari, diikuti oleh cahaya yang lebih hangat di malam hari, dan terakhir, kegelapan total. Ingatlah bahwa pencahayaan melampaui estetika dan memungkinkan Anda untuk melihat dengan jelas.

Pertimbangkan untuk memasang perlengkapan dan kontrol pencahayaan yang dapat diatur khusus yang memungkinkan lampu listrik dalam ruangan untuk mencerminkan cahaya alami luar ruangan — cahaya yang lebih terang dan lebih biru di siang hari dan cahaya yang lebih redup dan lebih hangat di malam hari. Juga, rangkul cahaya alami, dan hindari ruang tanpa jendela, jika memungkinkan; dan jangan lupa untuk melihat ke luar jendela dari waktu ke waktu untuk menikmati alam dan mendapatkan perspektif yang segar! Selain cahaya alami, pastikan ruang kantor Anda memiliki penerangan yang baik selama jam kerja untuk menciptakan lingkungan yang produktif.

4. Beri Diri Anda Istirahat

Saat berada di kantor, para profesional dapat menyeimbangkan secara alami mengurus bisnis dengan istirahat rutin seperti obrolan menyenangkan sesekali dengan rekan kerja, istirahat makan siang, atau bangun dari tempat kerja dari waktu ke waktu. Namun, profesional hybrid menghadapi tantangan unik dalam hal menyeimbangkan jam kerja dan menjadwalkan waktu istirahat di rumah. Manajemen struktur dan stres berjalan beriringan, dan itu berarti mengalokasikan waktu untuk istirahat dalam alur kerja Anda dapat membuat perbedaan besar dalam keseharian Anda. Jangan jatuh ke dalam perangkap bekerja tanpa henti. Agar menjadi produktif, istirahat adalah momen yang layak untuk bersantai dan mendekati tugas Anda dengan pikiran yang berenergi dan jernih.

5. Bangun dari Meja Anda

Hindari duduk untuk waktu yang lama. Sebaliknya, bangunlah dari meja Anda dan bergeraklah. Lepaskan frustrasi dan ketegangan melalui gerakan. Menurut Mayo Clinic, aktivitas fisik dalam jumlah yang lebih kecil – 10 hingga 15 menit setiap kali – dapat membuat perbedaan dalam memperbaiki gejala kecemasan. Beraktivitaslah dan hirup udara segar dengan berjalan-jalan sebentar di luar, atau ikuti rapat kerja sambil berjalan-jalan, jika tim Anda setuju. Untuk tambahan cara agar cepat bergerak, ada banyak latihan yang sederhana dan menyenangkan untuk dilakukan, seperti lunges atau squat menggunakan kursi kantor. Anda bahkan dapat mencoba yoga .

6. Biarkan Pikiran Anda Beristirahat

Pekerjaan dapat menghabiskan pikiran kita. Banyak profesional mengalami stres karena terus memikirkan hal-hal seperti memenuhi harapan atau bagaimana menangani semua proyek yang ada. Cara yang lebih sehat untuk membantu mengurangi stres dan meningkatkan produktivitas adalah dengan berhenti bekerja sama sekali. Menjauhkan diri secara mental dari pekerjaan dan terlibat dalam aktivitas pemulihan setiap hari terkait dengan kepuasan hidup dan suasana hati yang lebih tinggi, kinerja tempat kerja yang terjaga, kelelahan yang lebih rendah, dan keluhan kesehatan yang lebih sedikit. Metode terbaik untuk menghilangkan stres adalah istirahat mental dengan menggunakan aplikasi mindfulness. Aplikasi MindBreaksmemanfaatkan kebutuhan manusiawi kita untuk beristirahat dan memulihkan diri dari kehidupan kita yang merangsang — untuk merasa terhubung dengan alam. Temukan trek untuk setiap niat, dengan berbagai kategori pengalaman, termasuk Escape, Energize, Rest, Meditate, Focus, dan Inspire.

Luangkan waktu sejenak untuk fokus pada perhatian penuh dan alihkan pikiran Anda ke arah yang positif. Fokus pada pernapasan Anda dan bermeditasi sambil mendengarkan soundscapes yang menenangkan yang menghubungkan Anda dengan alam. Menjadi penuh perhatian dapat membantu Anda untuk mulai bekerja lagi dengan peningkatan fokus, pengurangan stres, dan energi baru.

7. Bicaralah dengan Seseorang

Banyak profesional hybrid mungkin mengalami perasaan terisolasi , peningkatan stres, dan perasaan kelelahan. Sulit untuk bekerja sendiri tanpa bisa berkolaborasi secara langsung. Di sisi lain, bekerja dari rumah menghadirkan tantangan tersendiri dengan keluarga, teman, atau teman sekamar dengan jadwal mereka sendiri, yang semuanya membuat stres. Penting untuk mengomunikasikan kebutuhan dan batasan Anda dengan orang-orang dalam kehidupan pribadi dan profesional Anda. Misalnya, beri tahu keluarga dan teman jam berapa yang dilarang untuk mampir. Gangguan dan gangguan bisa membuat stres, dan mengambil langkah untuk meminimalkan atau mencegahnya dapat membantu meredakan ketegangan.

Selain itu, komunikasikan kebutuhan ini dengan tempat kerja Anda. Bicaralah dengan tim, manajer, atau departemen SDM Anda jika Anda merasa kewalahan dengan stres kerja. Manajer dan pemimpin tim dapat menawarkan alat untuk membantu pekerja jarak jauh, serta memberikan saran dan akomodasi untuk membuat hidup Anda lebih mudah. Terakhir, jangan ragu untuk menghubungi ahli kesehatan mental. Ada banyak sumber daya yang mudah diakses, seperti sesi terapi online , tersedia untuk mendukung Anda. Membicarakan stres dan kecemasan Anda dapat membantu Anda mengelola reaksi stres dan menemukan solusi praktis.

8. Tetapkan Batas Tegas

Batasan tegas sangat penting untuk membangun rasa harga diri dan menegakkan kebiasaan sehat seperti mengikuti jadwal tidur, istirahat, atau membiarkan pikiran beristirahat. Misalnya, tetapkan batas jumlah jam Anda akan bekerja dalam sehari, dan ingatlah untuk tidak bekerja melebihi jam tersebut! Waktu Anda sangat berharga dan berharga, dan penting untuk menghormati dan melindungi tubuh dan kesehatan Anda. Cobalah untuk menghindari menjejalkan pekerjaan, atau begadang di jam kerja.

Keseimbangan kehidupan kerja yang tepat dapat membantu mengurangi stres dan membuat pekerjaan Anda lebih menyenangkan. Salah satu cara yang bisa dicoba adalah sama seperti Anda menyetel alarm untuk bangun di pagi hari, setel alarm untuk saat jam kerja Anda berakhir. Ini adalah mematikan mental Anda untuk menutup komputer dan memisahkan kehidupan profesional dan pribadi Anda. Biarlah ini menjadi awal dari waktu pribadi Anda dan pengingat untuk menikmati dan memperlambat.

9. Tetapkan Jadwal Tidur

Saat memetakan hari kerja, hal terakhir yang mungkin terlintas dalam pikiran adalah jadwal tidur. Namun, membuat dan mengatur jadwal tidur adalah cara terbaik untuk mengurangi stres kerja-dari-rumah. Tidur yang cukup sangat penting untuk kesehatan dan kesejahteraan kita secara keseluruhan . Untuk berfungsi dengan baik, kebanyakan orang dewasa membutuhkan sekitar tujuh hingga sembilan jam setiap malam. Memiliki waktu istirahat dan tidur yang cukup akan membantu Anda memulihkan tenaga dan siap menghadapi hari kerja ke depan.

10. Buat Rutinitas Sebelum Tidur

Memiliki rutinitas pra-tidur membantu memastikan bahwa Anda benar-benar pergi tidur pada waktu yang sama setiap hari kerja dan mendapatkan tidur yang cukup untuk merasa bersemangat menghadapi apa yang akan terjadi. Faktanya, sebuah penelitian menemukan bahwa pekerja bergaji yang tidur lima jam atau kurang lebih cenderung memiliki kesadaran stres yang lebih tinggi dibandingkan dengan mereka yang memiliki waktu tidur yang cukup.

Untuk membantu mempromosikan tidur yang lebih baik dan mengurangi stres, cobalah aktivitas mindfulness untuk bersantai dan memperlambat satu jam sebelum tidur. Cobalah untuk tidak memikirkan pekerjaan sama sekali; isi pikiran Anda dengan pikiran yang menyenangkan dan fokuskan pada sesuatu yang menenangkan seperti musik favorit Anda; lakukan beberapa latihan pernapasan dalam; mencoba latihan syukur . Ini akan membantu Anda melepaskan ketegangan atau pikiran stres yang mungkin menumpuk selama hari kerja Anda. Setelah Anda merasa rileks, pastikan lingkungan tidur Anda diatur dengan benar untuk memungkinkan tidur nyenyak yang nyenyak. Pastikan ruangan Anda tidak terlalu panas atau terlalu dingin agar Anda bisa merasa nyaman. Tidak ada yang lebih baik daripada tidur malam yang nyenyak untuk membantu Anda merasa siap menjalani hari ke depan dengan lebih sedikit stres.

Manajemen Stres untuk Dokter

Manajemen Stres untuk DokterBukan rahasia lagi bahwa dokter menghadapi tingkat stres yang lebih tinggi daripada rata-rata orang. Satu studi menemukan bahwa 28 persen dokter mengalami tingkat stres “di atas ambang batas”, dibandingkan dengan 18 persen populasi umum yang melaporkan tingkat stres ini di tempat kerja, menurut Verywell Health , situs web ulasan dokter yang berafiliasi dengan The Cleveland Clinic.

Manajemen Stres untuk Dokter

nywellnessguide – Karena kombinasi faktor-faktor termasuk jam kerja yang lebih lama, tuntutan administrasi yang meningkat, dan taruhan tinggi serta beban emosional dalam praktik kedokteran, dokter menghadapi lebih banyak stres daripada sebelumnya dan berjuang untuk mengelolanya. Tetapi jika dibiarkan, stres dapat menyebabkan konsekuensi yang mengerikan bagi dokter, praktik, dan pasien. Cari tahu apa yang dapat Anda lakukan untuk mengelola stres untuk diri sendiri dan dalam latihan Anda.

”Karena kombinasi faktor-faktor termasuk jam kerja yang lebih panjang, tuntutan administrasi yang meningkat, dan taruhan tinggi serta beban emosional dalam praktik kedokteran, dokter menghadapi lebih banyak stres daripada sebelumnya dan berjuang untuk mengelolanya.”

Baca Juga : Manajemen Stres di Tempat Kerja Selama Pandemi

Titik kritis stres vs kinerja

Pertama, mari kita perjelas kesalahpahaman: stres tidak selalu merupakan hal yang buruk. Kebanyakan orang, jika tidak ada tenggat waktu atau stres atau tekanan lain untuk tampil, akan bosan dan check out, menurut Dike Drummond, MD, pendiri TheHappyMD.com dan penulis Stop Physician Burnout . Stres memotivasi sampai titik tertentu. Tapi begitu Anda melewati puncak “kinerja optimal” dan stres terus berlanjut, kinerja menurun drastis, jelasnya dalam posting blog ini . Dia mengilustrasikan konsep ini dengan grafik stres versus kinerja berbentuk lonceng.

Masalahnya adalah banyak dokter yang secara teratur berada di sisi atas kurva ini, kata Dr. Drummond. “Pada hari apa pun kecuali hari yang paling lembut, 30 persen hingga 40 persen dokter yang solid berada di zona kuning dan merah setidaknya selama beberapa jam dalam praktik mereka. Ini bukan stres yang baik. Anda menggoda dengan kewalahan.

Dan stres berkepanjangan memiliki konsekuensi nyata. “Pengalaman tingkat stres yang tinggi untuk waktu yang lama dapat berdampak luas pada dokter,” kata sebuah studi tahun 2016 berjudul “Burnout and Doctors: Prevalence, Prevention and Intervention,” yang diterbitkan dalam jurnal Healthcare . Ini termasuk kelelahan belas kasih, kelelahan emosional, depersonalisasi (perasaan negatif, sinis, dan impersonal terhadap pasien), dan penurunan pencapaian pribadi, tulis penulis penelitian. “Konsekuensi lain dari paparan kronis terhadap stresor adalah kelelahan.”

Seperti yang kita tahu, kelelahan dokter merajalela dalam perawatan kesehatan. Laporan Gaya Hidup Dokter Medscape 2018 menemukan bahwa 42 persen dokter AS mengatakan mereka merasa kelelahan. Menurut Dr. Drummond, “Spiral penurunan kelelahan dokter dimulai ketika Anda menghabiskan terlalu banyak hari di zona stres kuning dan merah. Kecuali jika Anda sangat ahli dalam mengisi ulang waktu luang Anda,” Anda menjadi lelah dan “Anda berjalan di tepi jurang.”

Terlalu banyak dokter yang jatuh dari tebing; tingkat bunuh diri dokter termasuk yang tertinggi dari semua profesi.

Minimalkan penyebab stres yang dapat Anda kendalikan

Meskipun mengurangi stres di lingkungan perawatan kesehatan saat ini mungkin terasa di luar kendali Anda, sebenarnya ada beberapa langkah nyata yang dapat dilakukan dokter untuk membuat perbedaan nyata. Verywell Health menyarankan untuk meminimalkan stres sehari-hari dalam hidup Anda, apakah itu berarti menyewa jasa kebersihan untuk mengatasi rumah Anda yang berantakan atau menghindari teman yang menguras tenaga. “Menyingkirkan [penyebab stres ini] di mana pun Anda dapat memberi Anda lebih banyak waktu dan energi untuk mencurahkan hal-hal yang Anda sukai dan dapat memberi Anda lebih banyak energi untuk mengatasi stres yang Anda hadapi di tempat kerja.”

Minimalkan stres sehari-hari dalam hidup dan pekerjaan Anda, misalnya dengan menyewa bantuan tambahan atau menggunakan trik penjadwalan. Ini akan sangat membantu mengurangi stres Anda secara keseluruhan.

Filosofi yang sama berlaku dalam latihan Anda. “Buat perubahan kecil di tempat kerja untuk mengatasi hal-hal yang Anda tahu membuat Anda stres,” saran Dr. Drummond. Misalnya, dia mengatakan kesalahan umum yang dilakukan dokter adalah membiarkan hal-hal yang tidak mendesak seperti permintaan isi ulang, pesan telepon, dan dokumen rujukan mengganggu hari-hari mereka dan menambah stres. “Kami salah mengira setiap tindakan sebagai tindakan mendesak dan mengejarnya seperti anjing dan bola tenis.”

Solusinya untuk ini adalah apa yang dia sebut ” pemrosesan batch “. Alih-alih menangani setiap tugas satu per satu sepanjang hari, gabungkan semuanya dan lakukan semuanya sekaligus dua kali sehari. “Di hari kantor standar di mana Anda memiliki jadwal AM dan PM, beberapa waktu yang baik untuk melakukan pemrosesan batch adalah pukul 11:30 dan 16:30. Dengan begitu pekerjaan pagi selesai sebelum makan siang dan pekerjaan sore sebelum pulang,” tulis Dr. Drummond. Meskipun dia mengakui bahwa EHR membuat ini menantang karena peringatan akan muncul di layar tablet, laptop, atau desktop Anda, dia mendesak dokter untuk mengelompokkannya juga, dalam “keranjang virtual”.

Gagasan lain adalah merampingkan tugas-tugas seperti pendidikan pasien. Alih-alih membuat sketsa diagram atau memberikan penjelasan verbal kepada setiap pasien, gunakan alat seperti Mode Ujian Rendia atau Simulator Hasil untuk menunjukkan kepada pasien secara visual apa yang dapat mereka harapkan. Ini tidak menggantikan interaksi dokter-pasien melainkan, teknologi ini meningkatkan waktu Anda dengan pasien, memungkinkan mereka berbagi informasi dengan keluarga dan perawat, serta membuat mereka merasa diperhatikan.

Jaga diri Anda seperti yang Anda sarankan kepada pasien

Ironisnya, tip terakhir kami adalah yang paling sederhana dan paling sulit untuk diterapkan secara konsisten oleh dokter: menjaga diri dan kebutuhan mereka sendiri. “Praktikkan perawatan diri yang ekstrem,” saran Verywell Health . “Anda harus kejam dalam memenuhi kebutuhan fisik Anda sendiri: cukup tidur, cukup olahraga, cukup makanan sehat, dan cukup aktivitas yang dapat membantu Anda mengelola stres.”

Mempraktikkan perawatan diri dan mengelola stres bisa sesederhana melakukan teknik perhatian singkat atau menyeruput cokelat panas di dekat api.

Kegiatan menghilangkan stres tidak harus rumit atau menyita waktu. Dalam tanya jawab dengan lima dokter tentang bagaimana mereka mengelola stres, jawaban mereka termasuk menyeruput cokelat panas di dekat api, bersepeda, mengerjakan kayu, melukis cat minyak, dan yoga panas. Telah didokumentasikan dengan baik bahwa meditasi dan perhatian memiliki dampak positif pada dokter. Studi Perawatan Kesehatan menyimpulkan, “Strategi berbasis kesadaran mungkin menjanjikan.”

Teknik perawatan diri dan pengurangan stres tidak hanya akan membantu Anda sebagai dokter, tetapi juga akan membantu Anda merawat pasien dengan lebih baik, menurut Verywell Health . “Berfokus pada perawatan diri dan manajemen stres dapat membantu Anda memahami tantangan yang dihadapi pasien Anda dan belajar mengatasinya sehingga Anda dapat membantu pasien Anda melakukan hal yang sama dengan lebih baik.”

Mencari cara untuk mengurangi stres sehari-hari dan meningkatkan produktivitas Anda? Rendia menyediakan alat pelibatan pasien yang dapat membantu Anda merampingkan dan menyeimbangkan alur kerja Anda.

Manajemen Stres di Tempat Kerja Selama Pandemi

Manajemen Stres di Tempat Kerja Selama PandemiBerkurangnya kesejahteraan karyawan tidak datang tanpa biaya. Ini merusak produktivitas dan moral karyawan dan bahkan dapat menyebabkan kelelahan jika kita tidak memeranginya tepat waktu. Namun terlepas dari penyebab stres di tempat kerja yang umum, seperti gaya manajemen yang buruk atau beban kerja yang berat, stres pandemi muncul dengan kejam dan tiba-tiba.

Manajemen Stres di Tempat Kerja Selama Pandemi

nywellnessguide – Untuk mengurangi hasil yang tidak menyenangkan, organisasi harus mengambil tindakan dengan memperkuat manajemen stres di tempat kerja.

Menghadapi stresor tempat kerja baru

Pertama-tama, mari kita lihat bagaimana stres pandemi memengaruhi kita baik secara mental maupun fisik:

Dengan COVID-19 menyebar ke seluruh dunia, respons “melarikan diri atau melawan” secara bertahap mengacaukan otak kita. Stres pandemi meningkatkan kelelahan dan memengaruhi konsentrasi, perencanaan, dan pengambilan keputusan kita. Pada saat yang sama, kita masing-masing harus mematuhi tindakan pencegahan yang telah dilakukan oleh pemberi kerja kita untuk menghadapi krisis ini, termasuk kerja jarak jauh dan jarak fisik, yang telah mengganggu rutinitas kita.

Baca Juga : Tips Manajemen Stres untuk Orang Tua

Kerja jarak jauh

Berdasarkan survei Dunia Kerja Baru yang dapat diterapkan baru-baru ini tentang bagaimana bisnis bereaksi terhadap krisis ini, hampir 60% responden mengatakan bahwa bisnis mereka sebagian atau seluruhnya menjadi jauh ketika pandemi dimulai. Organisasi harus dengan cepat menyesuaikan operasi mereka untuk melayani pekerjaan jarak jauh dan karyawan atas nama mereka untuk beradaptasi dengan mode kerja baru ini secara efisien.

Ini menambah kerumitan dalam hidup mereka; tidak hanya karyawan kehilangan rutinitas dan struktur harian mereka, beberapa juga menghadapi jenis tantangan baru, seperti mengasuh anak dan bekerja secara bersamaan atau bekerja lembur karena batasan kehidupan kerja sulit ditetapkan.

Menurut penelitian terbaru oleh Telus International , tidak semua orang berhasil dalam lingkungan kerja jarak jauh ini; lebih khusus lagi, empat dari lima responden di Amerika Serikat mengatakan bahwa sulit untuk ‘beristirahat’ setelah bekerja, dan lebih dari setengahnya meminta hari kesehatan mental sejak mereka mulai bekerja dari rumah akibat pandemi.

Jarak fisik dan sosial

Kondisi kerja sama-sama menantang bagi karyawan yang terus beroperasi di lokasi, tetapi dengan cara yang berbeda. Perjalanan menjadi stres karena orang harus menghindari tempat ramai. Di tempat kerja, dalam banyak kasus, mereka harus mengubah cara mereka beroperasi. Penggunaan masker wajib, sanitasi rutin, dan tindakan menjaga jarak fisik di ruang bersama menjadi wajib sebagai bagian dari kebijakan perusahaan terkait COVID-19.

Jangan lupa betapa sibuknya kehidupan bagi para profesional perawatan kesehatan yang harus berjuang di garis depan untuk kesehatan masyarakat kita dan mempertaruhkan nyawa mereka sendiri dalam proses tersebut. Di sektor lain, orang harus meningkatkan permainan mereka, misalnya sektor makanan atau rantai pasokan, dan merekrut peran tertentu secara massal (misalnya pengiriman, layanan pelanggan online) untuk mengikuti urgensi pandemi.

Sayangnya, seperti yang Anda ketahui, banyak bisnis di seluruh dunia terpaksa melakukan PHK karena masalah keuangan yang tidak dapat diselesaikan. Akibatnya, meningkatnya pengangguran meradang ketidakamanan dan kesusahan kerja.

Kehilangan kenormalan

Stres dan kecemasan bukan satu-satunya emosi yang kita alami tahun ini. Ada juga kemarahan dan kesedihan untuk semua yang terpaksa kami tinggalkan rutinitas harian kami, teman kerja kami, hobi kami, dan yang terburuk, pekerjaan kami.

Emosi yang tidak nyaman dan ketidakpastian tentang masa depan ini membuat kita membayangkan skenario terburuk. Dibombardir oleh berita negatif setiap hari dan tidak mampu mengendalikan semua aspek kehidupan kita dalam lingkungan yang tidak ramah, sulit untuk bangkit kembali dan melihat sisi positifnya. Pengalaman ini diterjemahkan menjadi kesedihan kolektif .

Manajemen stres di tempat kerja: Apa yang dapat dilakukan bisnis Anda?

Jadi, bagaimana bisnis Anda dapat mendukung kesejahteraan karyawan di masa yang tidak pasti ini? Pertama-tama, Anda perlu memahami sepenuhnya betapa stresnya saat-saat ini dan menerima perasaan setiap karyawan apa adanya. Tidak ada ruang untuk penilaian dan pelabelan negatif saat ini. Welas asih dan penyembuhan harus menjadi sudut pandang utama kita.

Praktik sederhana ini akan membantu Anda membuat rencana pengelolaan stres di tempat kerja atau meningkatkan rencana yang sudah ada.

1. Tinjau kembali kebijakan dan manfaat perusahaan

Sebelum memulai, penting untuk memikirkan pendekatan Anda saat ini terhadap kesehatan mental karyawan. Apakah Anda memiliki kebijakan kesehatan mental karyawan? Apakah Anda memupuk budaya keamanan dan kepercayaan psikologis dalam hal masalah kesehatan mental? Pertanyaan-pertanyaan ini akan membantu Anda merencanakan inisiatif yang tepat ke depan, misalnya, memperbarui kebijakan COVID-19, kesehatan mental , dan kerja jarak jauh Anda .

Menawarkan skema jam kerja yang fleksibel sangat penting saat ini. Banyak karyawan menghadapi berbagai tantangan saat bekerja dari rumah, terutama yang harus mengurus anggota keluarga seperti orang tua. Ini menambah beban di pundak mereka. Beri mereka kesempatan untuk mengatur jadwal mereka sesuai keinginan dan beri mereka waktu istirahat di siang hari untuk bersantai.

Untuk tunjangan, jika Anda tidak memiliki data tentang seberapa sukses tunjangan kesehatan mental Anda saat ini, Anda dapat menjalankan survei karyawan cepat untuk melihat apa yang sudah berhasil dan apa yang dapat Anda tingkatkan berdasarkan kebutuhan karyawan. Misalnya, di hari-hari pandemi yang aneh ini, orang mungkin memerlukan jenis fasilitas yang berbeda dari biasanya, untuk mengakomodasi tindakan pembatasan fisik. Jadi, alih-alih keanggotaan gym atau makan siang kantor gratis, Anda dapat menyediakan kelas yoga virtual dan tiket restoran untuk staf.

Berikut adalah beberapa manfaat lain yang dapat meningkatkan manajemen stres di tempat kerja di masa-masa sulit ini:

  • Cuti sakit diperpanjang selama pandemi
  • Hari kesehatan mental
  • Akses ke layanan konseling kesehatan mental
  • Sesi yoga dan olahraga online

2. Menyediakan sumber pendidikan manajemen stres

Untuk mendukung hal di atas dan menunjukkan kepada karyawan bahwa kesejahteraan mereka penting bagi Anda, Anda dapat membagikan kiat dan sumber daya untuk membantu mereka menyusun hari mereka dengan cara yang efisien. Misalnya, Anda dapat mengirimkan kiat WFH atau menawarkan langganan gratis ke aplikasi meditasi mindfulness, seperti Headspace atau Calm , untuk menghilangkan stres.

3. Menumbuhkan budaya yang aman secara psikologis dan inklusif

Tidak semua karyawan akan mengomunikasikan masalah stres mereka dengan rekan tim dan manajer mereka. Meskipun tingkat stigma kesehatan mental telah menurun dalam beberapa tahun terakhir, beberapa orang masih takut untuk mengakui pergumulan mental mereka, karena takut dihakimi.

Tetapi ketika orang stres menekan perasaan mereka, mereka mungkin mengalami gangguan mental atau masalah fisik. Untuk mencegah hal ini, bangunlah budaya kerja inklusif yang merayakan kepribadian unik setiap orang dengan belas kasih dan kebaikan. Dorong karyawan untuk mendiskusikan kekhawatiran mereka dengan rekan satu tim mereka secara terbuka dan menerima ketidaknyamanan mereka tanpa berusaha memperbaikinya – ingatlah bahwa menyediakan ruang yang aman bagi seseorang untuk berekspresi adalah salah satu solusi terbaik untuk mengatasi stres.

Ditambah lagi, tahun ini muncul stigma jenis baru karena pandemi, terhadap orang dengan gejala COVID-19 seperti batuk. Selama beberapa bulan terakhir, reaksi terhadap orang yang merasa buruk secara fisik terkadang mencurigakan dan menghakimi. Beberapa orang bereaksi berlebihan jika merasa ada yang mengabaikan kebijakan dan aturan COVID-19, dan atau tentu saja, takut tertular sendiri.

Sebagai sebuah organisasi, Anda perlu mencegah perilaku dan sikap tersebut memasuki lingkungan kerja Anda: tulis kebijakan perusahaan COVID-19 Anda dan semua komunikasi terkait Anda dengan staf secara komprehensif dan yang paling penting empati, dengan menekankan pada keselamatan karyawan. Kita seharusnya tidak memperlakukan pasien COVID-19 sebagai musuh – kita benar-benar terlibat bersama.

4. Jadwalkan waktu yang menyenangkan dan bersosialisasi

Pergeseran tiba-tiba ke pekerjaan jarak jauh dan tindakan jarak sosial menyebabkan isolasi, baik secara fisik maupun emosional. Karyawan tidak dapat bersosialisasi sebanyak dulu dengan rekan satu timnya saat ini, dan hanya mengandalkan komunikasi virtual untuk mengejar ketinggalan dengan teman kerja dan tim mereka. Diam secara fisik memiliki dampak negatif bagi banyak orang dan tidak memungkinkan mereka melepaskan semangat, seperti yang biasanya mereka lakukan di lingkungan kerja bersama, selama rehat kopi atau makan siang.

Itulah mengapa Anda harus mendorong karyawan Anda untuk mengikuti pertemuan kopi yang tidak relevan dengan pekerjaan dan mengobrol persis seperti yang mereka lakukan di kantor. Anda juga dapat mengatur aktivitas permainan virtual, seperti kuis, dan membiarkan karyawan tetap terikat dan aktif di saat-saat genting ini, untuk melepaskan energi negatif kita.

Tips Manajemen Stres untuk Orang Tua

Tips Manajemen Stres untuk Orang TuaMengasuh anak adalah pekerjaan yang membuat stres. Anda siap siaga 24 jam sehari, dan Anda masih harus mengatur sisa hidup Anda untuk memenuhi kebutuhan anak-anak Anda. Sekitar 7,5 juta orang dewasa dengan depresi memiliki anak yang tinggal bersama mereka di rumah, dan 15 juta anak tinggal dengan setidaknya satu orang dewasa yang depresi di rumah.

Tips Manajemen Stres untuk Orang Tua

nywellnessguide – Stres, kelelahan, dan kabut otak adalah hasil sampingan dari mengasuh anak, tetapi Anda tidak harus menghadapinya sendirian. Lihat tips manajemen stres ini untuk orang tua, dari CNLD Testing & Therapy.

Identifikasi Stresor Utama dalam Hidup Anda

Anda mungkin merasa kewalahan dengan segalanya saat ini, tetapi kemungkinan ada penyebab stres tertentu yang berperan. Ketika Anda mengidentifikasi penyebab utama tersebut, Anda dapat menemukan solusi yang efektif untuk mereka.

Apakah Anda stres tentang keuangan? Apakah Anda berjuang untuk mempertahankan rumah Anda? Apakah produktivitas kerja Anda menurun karena komitmen dari luar? Apakah Anda merasa tidak pernah punya waktu untuk diri sendiri?

Pikirkan tentang apa yang paling mengganggu Anda atau apa yang menurut Anda paling melegakan untuk diselesaikan. Kemudian cari cara untuk menargetkan stres itu secara langsung.

Baca Juga: 7 Tips Manajemen Stres yang Efektif Untuk Mengatasi Masa Sulit

Prioritaskan Komitmen Waktu

Banyak orang tua menemukan diri mereka terbentang waktu. Ini terutama berlaku untuk orang tua baru atau orang tua yang beralih dari satu anak ke dua anak. Apa yang dulu dapat Anda capai dalam waktu tertentu tidak mungkin lagi, dan tidak apa-apa! Saatnya untuk mulai mengatur komitmen waktu Anda dan menghilangkan yang berprioritas rendah.

PS: Kami tahu sulit untuk mengatakan tidak. Anda mungkin merasa lebih stres memikirkan tentang mengecewakan seseorang. Yakinlah, perasaan ini hanya sementara. Sisi positif dari memiliki lebih banyak waktu akan melebihi sisi negatif dari melepaskan.

Carilah Dukungan untuk Area yang Anda Perjuangkan

Ada alasan mengapa orang mengatakan “dibutuhkan satu desa untuk membesarkan seorang anak.” Anda tidak dimaksudkan untuk melakukan semuanya sendiri.

Meminta bantuan. Jangan merasa buruk tentang hal itu. Jangan merasa lemah atau tidak aman juga. Ini sepenuhnya normal. Butuh seseorang untuk membeli bahan makanan, membersihkan rumah atau mengawasi anak Anda saat Anda tidur siang? Bicaralah dengan sistem pendukung Anda dan wujudkan.

Ciptakan Keseimbangan Kerja/Hidup yang Sehat

Stres dari pekerjaan dapat berdarah ke dalam waktu pribadi Anda. Lakukan yang terbaik untuk mencegahnya. Aturan emasnya adalah meninggalkan pekerjaan di tempat kerja. Jangan menjawab pesan kerja sampai hari kerja berikutnya, kecuali jika Anda berada dalam profesi panggilan. Fokus pada keluarga dan diri Anda sendiri saat di rumah untuk meminimalkan stres.

Dapatkan Tidur Sebanyak Mungkin

Meskipun kelihatannya menggelikan, Anda harus melakukan apa yang Anda bisa. Tidur Anda secara langsung memengaruhi kesehatan mental Anda. Saat tubuh Anda beristirahat, pikiran Anda memproses pikiran, termasuk stres. Jika Anda tidak tidur, Anda tidak bekerja melalui situasi stres. Prioritaskan tidur agar kamu bisa bekal untuk menghadapi hari esok.

Temukan Cara untuk Menyalurkan Stres dan Meredakan Tekanan

Semua stres itu perlu pergi ke suatu tempat. Hal ini dapat mengakibatkan ledakan atau kehancuran emosional jika stres dibiarkan tidak terkendali.

Untuk mengatasi hal ini, cobalah untuk menyalurkan stres Anda ke dalam suatu aktivitas. Berjalan-jalan di sekitar taman bersama anak-anak Anda atau berlatih meditasi. Dapatkan karung tinju untuk menumpas frustrasi Anda, atau bersantai dengan buku mewarnai dewasa. Cobalah berbagai teknik sampai Anda menemukan sesuatu yang menghilangkan stres. Kemudian jadikan itu bagian dari rutinitas harian / mingguan Anda.

Jadwalkan Ulang Hari Tanpa Tanggung Jawab

Jangan pernah meremehkan kekuatan dari tidak melakukan apa pun. Memiliki satu hari tanpa tanggung jawab mungkin adalah semua yang Anda butuhkan untuk memfokuskan kembali pikiran Anda dan memberdayakan Anda untuk maju.

Jika memungkinkan, mintalah orang lain untuk mengawasi anak-anak Anda selama sehari. Anda mungkin tergoda untuk menggunakan waktu ini untuk membersihkan atau mengejar aktivitas, tetapi jangan rencanakan itu dulu! Sebaliknya, biarkan hari itu terbuka untuk tidak melakukan apa- apa. Tidur siang atau dua. Berbaring di sofa sepanjang hari. Jika nanti Anda merasa termotivasi, tidak apa-apa, tetapi jangan memaksakan diri untuk hari ini.

Personal Growth: Panduan Untuk Pertumbuhan Diri

Personal Growth: Panduan Untuk Pertumbuhan DiriPertumbuhan pribadi adalah proses dimana seseorang mengenali dirinya sendiri dan terus mengembangkan dirinya untuk mencapai potensi penuhnya. Pertumbuhan pribadi adalah bagian penting dari pertumbuhan, kedewasaan, kesuksesan, dan kebahagiaan seseorang.

Personal Growth: Panduan Untuk Pertumbuhan Diri

nywellnessguide – Orang-orang yang paling sukses sangat mementingkan pertumbuhan dan perkembangan pribadi lebih lanjut. Mereka berada di puncak karir mereka tetapi masih meluangkan waktu dari jadwal sibuk mereka untuk mendorong diri mereka sendiri tanpa henti keluar dari zona nyaman mereka dan melepaskan lebih banyak potensi batin mereka.

Jadi, apa arti pertumbuhan pribadi bagi Anda? Ini adalah proses pertumbuhan spiritual, fisik, sosial dan spiritual yang berlangsung seumur hidup. Ini adalah proses belajar aktif dan mengembangkan keterampilan baru lama setelah pendidikan formal selesai.

Keindahan pertumbuhan pribadi adalah bahwa kemungkinannya tidak terbatas Anda dapat belajar sebanyak yang Anda inginkan di bidang Anda. Dan saat Anda terus tumbuh, Anda akan memulai jalan hidup yang luar biasa dan bermakna.

Untuk pertumbuhan pribadi, tidak pernah ada kata terlambat, bahkan jika ini pertama kalinya bagi Anda. Sekarang jelas merupakan waktu yang tepat untuk melakukan ini!

Baca Juga : Panduan Utama untuk Merencanakan Retret Pribadi Anda di 2022

Bagaimana proses pertumbuhan dan perkembangan diri?

Tidak ada strategi universal untuk pertumbuhan dan perkembangan pribadi, karena setiap orang adalah individu.

Setiap jalan menuju pertumbuhan dan perkembangan pribadi adalah perjalanan hidup individu. Terserah individu untuk memutuskan jalan apa yang harus diambil dan ke mana jalan itu akan mengarah. Namun, ada beberapa pertanyaan yang akan membantu Anda dalam perjalanan Anda.

Apa yang harus aku lakukan? Apa yang kamu butuhkan?

Temukan pengetahuan dan pengalaman yang Anda butuhkan untuk lebih dekat dengan diri ideal Anda. Anda dapat menemukan sumber daya untuk membantu Anda mencapai kondisi ideal Anda.” Lokakarya Kebangkitan Pemimpi adalah contoh yang bagus dari lokakarya yang berkontribusi pada pertumbuhan dan perkembangan sosial, emosional, intelektual dan spiritual.

Apa itu jangka waktu yang wajar?

Buat daftar aktivitas dan acara yang ingin Anda coba kapan saja. Gunakan itu sebagai pos pemeriksaan untuk membantu Anda mencapai tujuan Anda.

Bagaimana kita belajar tentang pertumbuhan pribadi?

Ada banyak buku, artikel, seminar, dan pelatih yang mengajarkan pertumbuhan pribadi. Jika menurut Anda topik ini menarik dan ingin melakukan sesuatu tentangnya, Anda dapat melakukan pencarian online dan menemukan semua informasi yang Anda butuhkan.

Bagaimana Pertumbuhan Diri Dapat Mengubah Hidup Anda

Pertumbuhan pribadi dapat membantu Anda dalam semua bidang kehidupan Anda. Saya harap ini membantu Anda dengan pekerjaan Anda. Ini dapat mengubah cara Anda berpikir tentang pekerjaan Anda dan meningkatkan peluang Anda untuk maju.

Pertumbuhan pribadi dapat membantu Anda tumbuh secara emosional dan psikologis untuk menjadi orang yang lebih penuh kasih, welas asih, dan positif.

Ini juga berfungsi sebagai panduan untuk membantu Anda memperhatikan, memperbaiki dan mengubah kesalahan dan kebiasaan negatif Anda .

Ada banyak teknik untuk membantu Anda mengembangkan diri, termasuk visualisasi kreatif, pidato berulang, mengembangkan pola pikir positif, dan meditasi. Pengembangan pribadi juga mencakup konseling, pembinaan, dan membaca.

Cara yang sangat sederhana dan bermanfaat untuk bertumbuh secara pribadi adalah dengan melihat tindakan dan hidup Anda dengan perspektif yang tidak memihak dan terbuka. Dengan melakukan itu, Anda akan tahu apa yang Anda dan hidup Anda perlu lakukan.

Mengamati Kehidupan Orang Lain

Mengamati tindakan dan perilaku orang lain dapat membantu Anda. Jadi, dengan mengidentifikasi bagian positif dan negatif dari kepribadian Anda dan menyadari apakah Anda memilikinya atau tidak, Anda dapat memahami apa yang perlu ditingkatkan dalam diri Anda.

Setiap orang berbeda, dan apa yang berhasil untuk satu orang mungkin tidak berhasil untuk orang lain. Itulah mengapa Anda perlu menjelajahi berbagai teknik dan metode pertumbuhan pribadi untuk menemukan yang tepat untuk Anda.